
Asma adalah penyakit yang terjadi akibat adanya proses peradangan (inflamasi) pada saluran pernafasan yang dapat terjadi secara berulang. Penyebab pastinya hingga sekarang belum dapat diketahui. Hanya faktor-faktor resikonya yang sudah diketahui.
Dari penelitian yang dilakukan, diketahui adanya hubungan antara kenaikan asma pada anak-anak dan obesitas (kegemukan) pada orang dewasa, terutama wanita. Penelitian itu dilakukan dengan mengukur kadar hormon leptin dalam darah, serta menghitung presentase anak mereka dengan gangguan asma ini. Dari hasil penelitian diketahui semakin berat tubuh seorang wanita dan semakin tinggi kadar hormon leptin yang diproduksi oleh sel-sel lemak tubuhnya, ia akan memiliki resiko yang lebih besar untuk melahirkan anak yang menderita asma.
Faktor lainnya yang diduga menjadi penyebab asma adalah sel T "penolong" 2 (T helper e cells), yang merupakan salah satu jenis sel dari sistem perlindungan tubuh (imun). Namun dari penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter spesialis dari Harvard Medical School menunjukkan bukan sel T "penolong" 2 yang selama ini dianggap menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya asma, melainkan sel imun jenis lainyang disebut sebagai sel-sel T "pembunuh" alami (natural killer T cells). Kelompok sel T ini berfungsi memerangi benda asing di dalam tubuh, seperti halnya virus dan bakteri. Namun sel T "pembunuh" pada penderita asma menyebabhakn terjadinya pembengkakan pada paru-paru.
Berdasarkan penelitian, untuk memperkecil kemungkinan Si Kecil menderita asma, biasakanlah mencukupi kebutuhan vitamin D sebelum dan selama masa kehamilan. Dalam penelitian itu diteliti hubungan asupan vitamin D dengan frekuensi munculnya wheezing pada anak. Selain vitamin D, terdapat hasil penelitian yang menunjukkan konsumsi vitamin C dan Omega 3 yang mencukupi selama masa kehamilan juga dapat membantu mengurangi kemungkinan resiko asma pada janin.