Ajak Anak Berkreasi

Ayah/Ibu, fasilitasi kreasi anak melalui seni. Jangan takut kreasinya membuat rumah menjadi kotor dan berantakan. Sediakan media dan material sederhana untuk anak menyalurkan kreatifitas seninya. Contoh: kertas, billboard, karton berukuran besar, kertas kado, potongan kertas berwarna-warni, lem, krayon padat, cat air, dan lainnya.

Ajak anak bermain stempel dari spons, potongan buah-buahan, daun kering, atau bahkan dari jari-jarinya. Bahan lainnya yang harus disiapkan adalah karton besar, cat air yang mudah hilang jika dibersihkan, wadah cat air, spons yang dipotong dengan bentuk beragam, potongan belimbing (yang berbentuk bintang), daun kering, dan lain sebagainya. Biarkan anak bereksperimen mencampur warna dan mencap berbagai macam bentuk. Permainan ini sangat cocok untuk anak 2 tahun ke atas.

Dampingilah anak dalam berkreasi, walaupun Anda yakin anak sudah terampil menggunakan gunting, dan tidak lagi sembarangan memasukkan tangan ke dalam mulutnya. Meski demikian, jangan pernah terlibat terlalu jauh dalam kegiatan berkreasinya, terutama dalam karya yang dibuatnya. Anak akan menuangkan gagasan dan emosinya saat sedang menggambar. Ajaklah si kecil menggunakan berbagai warna dan bahan. Anda hanya perlu memberikan inspirasi selanjutnya dan biarkan semuanya berjalan sendiri.

Jika anak telah menghasilkan beberapa karya, upayakan Anda selalu menyimpannya dan memajangnya. Buatlah ruang pamer mini di rumah. Bingkai hasil lukisan karyanya. Tata sedemikian rupa, libatkan pula anak dalam menatanya. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan dicintai oleh Anda. Bahkan, ia juga dapat menilai sendiri karya yang dihasilkan.  Diskusikan bersama anak mengenai gagasan, pemilihan warna dan material. Bangkitkan semangat anak dengan menghasilkan karya dalam cara lain.

Kreativitas bermula sejak kanak-kanak awal. Bagi anak, hidup adalah petualangan kreativitas. Apa saja yang dapat membunuh kreativitas anak?

  1. Tekanan yang diberikan.
    Tidak perlu menuntut terlalu keras terhadap hasil karya anak. Ia akan merasa tertekan mengetahui tingginya harapan Anda.
  2. Pengawasan yang berlebih.
    Tanpa sadar, orangtua seringkali mendampingi anak berkreasi untuk mengawasi setiap gerakan, dan setiap detail kreasi anak. Perasaan diawasi menghambat kreativitas spontan anak.
  3. Penilaian.
    Biarkan kreativitas anak berkembang sesuai dengan standar penilaiannya.
  4. Persaingan.
    Menempatkan anak dalam posisi menang dan kalah akan menghambat anak berkembang.
  5. Tenggat waktu.
    Hal inilah yang menjadi dilema kegiatan seni di prasekolah. Tanpa batas waktu, akan sulit mengumpulkan hasil karya untuk tujuan akademis.

(C) 2008, Kalbe Nutritionals. All rights reserved.