
Seorang anak dikatakan mencoret jika ia membuat goresan yang tidak teratur menggunakan spidol, pensil warna, atau alat tulis lainnya. Banyak orangtua yang keberatan anaknya melakukan hal ini karena rumah pasti menjadi kotor dan penuh dengan corat-coret Si Kecil. Padahal dengan mencorat-coret, ia mulai membuat langkah-langkah persiapan bagi kemampuan menulisnya. Kemampuan ini biasanya tumbuh sekitar usia 18 bulan hingga 2 tahun. Pada tahap ini, anak belum dapat mengendalikan aktivitas motoriknya, sehingga coretan yang dibuatnya masih berupa goresan-goresan seperti benang kusut. Caranya menggambar juga sesuka hati. Ia memegang alat tulis yang diberikan seperti memegang palu. Gerakan pergelangan tangannya masih sangat kaku.
Dengan mencorat-coret, Si Kecil dapat melatih otot jari dan tangan, membiasakan diri berkonsentrasi untuk menghasilkan suatu gambar atau tulisan, dan mengekplorasikan kreativitas yang dimilikinya. Agar Si Kecil dapat bereksplorasi semaksimal mungkin, Anda dapat:
Saat Si Kecil berusia 2 hingga 3 tahun, Si Kecil mulai menyadari adanya hubungan antara gerakan tangan dengan hasil coretannya. Maka coret-coretannya berubah menjadi garis panjang, kemudian lingkaran-lingkaran.
Saat Si Kecil berusia 3 setengah hingga 4 tahun, pergelangan tangannya sudah mulai halus. Ia sudah mahir menggerakkan tangannya sehingga hasil coretannya jauh lebih baik.