Jika Anak Pemilih Makan ...

Jika Anak Pemilih Makan ...

Anak pemilih? Wajar saja terjadi saat anak berusia satu hingga tiga tahun. Pada usia ini, anak memulai tahapan perkembangan (termasuk perkembangan egonya). Anak pemilih dipengaruhi oleh faktor genetik dan pola asuh.

Sekian banyak alasan anak bersikap pemilih, bukan berarti ia tidak mau sama sekali. Sebagian anak ingin makan dengan caranya sendiri. Contoh: anak ingin makanan yang sama selama beberapa lama secara berturut-turut.

Selain itu, Anda juga perlu mengenalkan berkali-kali kepada anak jenis-jenis makanan baru. Misalnya rasa asin dan manis, tekstur kasar dan lembut, bentuk bulat dan persegi, serta ciri-ciri lain makanan baru tersebut.

Psikolog memperingatkan jangan mudah kecewa atau sakit hati jika anak tidak mau makan padahal Anda sudah bersusah payah membuatnya. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

  1. Ubah menu makanan anak. Contoh: roti untuk sarapan diganti untuk menu makan malam. Buah untuk makan malam diganti untuk makan siang.

  2. Sajikan aneka potongan kecil buah, camilan, kue, dan lain-lain di atas piring beraneka bentuk dan warna.

  3. Berikan anak makanan yang bisa dicelup dahulu sebelum masuk mulut. Contoh: biskuit yang dicelupkan ke dalam susu.

  4. Mengoleskan sesuatu di atas makanan. Contoh: ajari anak mengoleskan mentega, menaburi gula atau meses di atas roti.

  5. Libatkan anak membuat aneka jus campur susu, sajikan dengan sedotan dan hiasan buah.

  6. Sajikan makanan dalam berbagai bentuk dan ukuran. Contoh: sanwitch mini berbentuk segitiga dan diberi hiasan.

  7. Ajak anak dan teman atau saudara-saudara seusianya untuk makan bersama.

  8. Berikan anak makanan dalam porsi kecil, disesuaikan dengan kapasitas lambungnya yang masih kecil.

(C) 2008, Kalbe Nutritionals. All rights reserved.