
ASI sebagai salah satu wujud asuh merupakan satu satunya nutrisi terbaik karena mengandung Laktosa yang tinggi jika dibanding dengan susu sapi, lalu terdapat DHA, Fe, IgA, dan lain-lain. ASI mudah dicerna dan mengandung anti infeksi sd usia 6 bulan (ASI Eksklusif 6 bulan). Jika masih ingin melanjutkan pemberian ASI,masih bisa dilakukan hingga 2 tahun.
MENYUSUI merupakan proses pemberian ASI yang bukan hanya melibatkan asuh tapi asih dan asah juga. Dalam proses meyusui ini timbul bonding yakni ikatan batin antara ibu dan anak serta adanya transfer emosi dan spirit karena di masa 2 tahun pertama merupakan masa emas bagi anak.
Untuk itu kebutuhan anak harus terpenuhi dari berbagai sisi asih, asuh dan asah.
Lalu mengapa hanya ASI yang diberikan hingga usia 6 bulan dan tidak dikenalkan makanan pendamping yang lain sebelum usia 6 bulan?
ASI merupakan satu-satunya makanan yang dibutuhkan oleh anak dan ASI memenuhi penyerapan nutrisi yang baik karena dengan ASI pencernaan menjadi lebih matang. Selain itu, ASI memberikan perlindungan terhadap infeksi jika terjadi pada anak dan mengurangi resiko alergi. Di dalam ASI telah terdapat anti infective proteins, whey protein yang tidak kita temukan di susu sapi serta caseinnya 35% sehingga ASI menjadi lebih mudah dicerna. Perlu diketahui bahwa pencernaan bayi membutuhkan kadar enzim untuk mencerna yakni: enzim amilase di mana pankreas mulai terbentuk baik di usia 6 bulan; enzim maltase, isomaltase, dan sukrase terbentuk di usia 7 bulan sedangkan enzim lipase terbatas dan untuk mencerna lemak baru mampu optimal di usia 6 hingga 9 bulan. Dan lipase tidak ditemukan di susu sapi dan hanya tedapat di ASI.
(workshop di NFL 18 Februari 2009 o/ DR. IGAN PARTIWI Sp.A)