Saya percaya, saat-saat memberi makanan pendamping pertama pada bayi adalah salah satu waktu yang ditunggu-tunggu oleh kaum ibu. Tak terkecuali oleh saya. Sejak usia Ezra, anak pertama saya berusia 5 bulan, saya sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut masa itu. Mulai dari mengumpulkan berbagai informasi seputar makanan dan produk pendamping ASI, berkonsultasi dengan dokter, sampai melakukan sharing dengan kaum ibu di sebuah millis pertemanan, dll.
Namun sayang, memasuki usianya yang keenam bulan Ezra mengalami batuk pilek. Dan akibat penyakit ini, berat badannya turun hingga 3kg. Rasa sedih menyelimuti perasaan saya. Apalagi pasca sembuh dari penyaskit tsb, Ezra mengalami trauma. Setiap melihat sendok, Ezra langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Mungkin Ezra berpikir bahwa sendok itu masih berisi obat yang selama ini dikonsumsi.
Berbagai jenis makanan pendamping yang saya tawarkan, tak mampu membuat Ezra membuka mulutnya. Saya benar-benar kebingungan saat itu. Saya takut kalau hal ini berkelanjutan, berat badannya akan semakin turun. Waktu belanja bulanan di sebuah Hypermarket, saya melihat produk Milna Bubur Bayi Penambah Berat Badan. Saya tertarik untuk membeli produk tersebut, karena saya lihat produk ini sudah teruji klinis mampu meningkatkan berat badan. Sesampainya di rumah, saya coba memberikan bubur ini ke Ezra. Aroma ayam jagungnya yang lezat, ternyata mampu "menyihir" Ezra untuk membuka mulutnya. Dan pelan-pelan, Ezra mau makan. Akh, lega rasanya.. Lega karena Ezra sudah mau makan, dan lega karena saya sudah menemukan produk makanan pendamping yang tepat. Dan kini, berat badan Ezra sudah kembali ke berat badan yang saya inginkan.
Terima kasih Milna…