Makan Sambil Menangis

Pertanyaan

Anak saya berusia 6 bulan. Selain ASI, sudah diberi makanan tambahan bubur susu atau biskuit yang dicairkan. Karena saya bekerja, anak diasuh oleh baby sitter-nya. Beberapa kali saya melihat anak diberi makan sambil menangis. Apakah berbahaya jika anak sering diberi makan ketika menangis? Apakah akan berakibat secara psikologis terhadap kebiasaan makannya di masa datang?

Irene, Depok (6 Juni 2008)

Jawaban

Ada baiknya apabila ibu mencari tahu mengapa anak ibu selalu menangis apabila diberi makan. Mungkin ia tak suka dengan rasa, aroma dan tekstur makanan. Coba ganti dengan makanan lain, seperti bubur susu dan saat pertama kali diberikan, sedikit demi sedikit. Berikan beberapa suap dan buat agak encer serta rasakan seperti apa makanannya, baru suapkan ke anak. Cobalah bereksperimen dulu dengan bubur rasa tertentu.

Memang ada anak yang mudah menerima makanan apa pun dan ada yang sulit serta membutuhkan waktu. Kalau masih bayi sudah menangis terus saat makan, saya khawatir ketika usianya sudah sedikit lebih besar, ia akan menolak makanan dan berkembang menjadi anak yang sulit makan.

Mengapa demikian? Sebab pada pengalaman pertamanya, sudah tertanam di dalam benak anak bahwa makan adalah kegiatan yang tidak menyenangkan dan perlu dihindari. Tolong segera hentikan memaksa bayi makan, bicarakan baik-baik dengan baby sitter Anda.

(C) 2008, Kalbe Nutritionals. All rights reserved.